Rabu, 05 Desember 2012

kgn:(

"iya sayang, jangan menangis lagi ya" - kamu.

ini tidak pernah di alamatkan untuk kamu. aku hanya ingin menulis sesuatu yang mungkin saja bisa menerjemahkan perasaan yang selalu mengebu-ngebu. bukan, ini bukan surat cinta. hanya beberapa kata sederhana sebagai lambang aku benar benar sayang kamu, sekarang.

berapa hari kita saling mengenal? sudah begitu lama. kamu datang sebagai sahabatnya -seseorang yang ku sebut sinar matahari yang kini telah menjadi abu-. kamu merubah segalanya sekarang.

dulu aku benar benar tidak bisa hidup tampa dia, siapa yang bisa hidup tampa sinar matahari di hidupnya? dia sudah menjadi sinar matahari yang begitu menyengat. aku mulai lelah dengan terik dan panasnya yang selalu saja menyakitiku. ternyata, seseorang yang ku sebut "sinar matahari" itu bukan yang terbaik. aku mulai mengerti sekarang.

kalau dia sinar matahari, bolehkah aku memanggilmu langit?
kamu seperti langit. kamu indah.
aku juga tidak tau mau memulai dari mana kata kata ini. aku juga bingung sejak kapan perasaan ini muncul. yang jelas, sosokmu datang dengan cahaya benderang. menghantarkanku menuju cahaya terang. aku selalu merindukan hangatnya sinar mata coklatmu dan seberapa hangatnya genggaman tanganmu. bagiku setiap kalimat yang kau ciptakan lewat pesan singkat itu sudah sangat hangat memelukku.

seperti yang kau bilang. jarak kita jauh. seperti LDR. kamu di jayapura dan aku di paris. rasanya aneh memanh jika membicarakan jarak yang terbentang. tidak adil jika jarak menjadikan ini sebagai alasan mengapa kita tak bisa bertemu.

ini bukan rekayasa, atau gombalan tengah malam. sepertinya aku memang jatuh cinta. tidak bisakah kau mengerti? kamu tidak ada kabar itu saja menyiksaku secara perlahan. aku benci itu.

malam ini, bulannya enggan menunjukkan seluruh badannya, bintang juga sedang malas untuk menampakkan diri dari kabutan langit. kadang, mereka lebih memilih berselimut dalam paraduannya, menunggu malam lebih pekat dari biasanya. disini dingin. kamu pasti sudah tidur sekarang. karena besok ada pertandingan futsal, sebenarnya aku tak rela melihatmu bermain dalam keadaan kaki masih sakit. aku khawatir, gal...

ini hanyalah postingan blog yang bodoh dengan diksi yang berantakan ini masih saja ku terbitkan. terlalu jujur, aku memang benar benar sayang kamu sekarang. dan tiba tiba saja, rasa kangen itu menyiksa. aku harus segera beranjak ke tempat tidur.


untuk kamu yang tidurnya kayak kebo
aku....sayang sama kamu
galuh liestianto putra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar